Monday, December 8, 2014

PIT PERAPI 2015

Pertemuan Ilmiah Tahunan
Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia
PIT PERAPI XIX 2015
23 - 27 Maret 2015

Hotel Shangri-La Surabaya
Website Resmi : http://www.pitperapi2015.com






Monday, November 17, 2014

Kunjungan dari Seoul National University Bundang Hospital (SNUBH), Korea Selatan.


Awal November 2014 ini, kami dikunjungi rekan dan guru kami dari negeri ginseng untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam ilmu bedah plastik rekonstruksi. Pada kunjungan ketiga ini tim bedah plastik terdiri dari Prof. Ron Ming Baek (Craniofacial surgeon), Prof. Kim Baek Kyu (Micro and craniofacial surgeon), dr. Lee Hobin (Fellow), 2 orang residen bedah plastik dan seorang perawat ruang operasi. Selama satu minggu kami melaksanakan 9 operasi dan satu sesi kuliah interaktif bersama residen dan staf pengajar. Banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan dalam waktu seminggu tersebut, diantaranya beberapa teknik operasi baru dan ilmu2 dasar yang menyegarkan.
Semoga tahun depan beliau bersama tim SNUBH dapat mengunjungi kami kembali atau sebaliknya..^^

saya bersama guru saya, Prof. Ron Ming Baek, PhD
Bersama residen kami dan Tim SNUBH 
Sesi kuliah interaktif diantara jadwal operasi yg padat

saat melakukan visite pasien pasca operasi di ruang perawatan
saat operasi bersama

di bandara juanda surabaya

Tuesday, August 5, 2014

Pengalaman belajar di Korea Selatan

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar ke Korea Selatan segera setelah menyelesaikan pendidikan spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik di Surabaya. Pengalaman belajar dan tinggal satu tahun di Korea Selatan merupakan pengalaman yang tak ternilai dan menyenangkan. Tempat saya belajar adalah rumah sakit Bundang milik Seoul National University yang terletak di kota Seongnam, di sisi selatan Seoul.
RS Bundang Seoul National University
Seoul national university memiliki 3 rumah sakit; Seoul main hospital, Bundang dan Buramae. RS Bundang merupakan rumah sakit paling baru yang dibangun pada tahun 2003. Disini saya banyak bertemu dengan teman2 dari negara2 asia lainnya yang sedang melakukan fellowship, mereka berasal dari Thailand, Myanmar, Filipina, Malaysia, Turki, Nepal, Cina dan Singapura. Sungguh menyenangkan bisa belajar di sebuah negara yang maju, karena selain bisa belajar ilmu dan keterampilan terkini dengan fasilitas yang sangat memadai, wawasan dan pengetahuan kita juga secara otomatis akan akan semakin terbuka tentang dunia saat ini. 
Bersama guru2
Budaya Korea selatan yang menarik selain K-pop dan fashionnya adalah kebiasaan masyarakatnya yang selalu ingin bekerja dengan cepat, atau istilah lokalnya "pali-pali". Mungkin ini yang menyebabkan negara ini bisa berubah dari negara miskin yang hancur karena perang saudara (perang korea), menjadi salah satu negara maju di dunia hanya dalam waktu 50 tahun.
Memang saat ini korea selatan, atau Seoul khususnya sedang menjadi rujukan bedah plastik estetik dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya klinik dan iklan bedah plastik yang bertebaran di tempat2 umum di Seoul. Hal ini mungkin disebabkan oleh demand yang tinggi akibat pengaruh budaya K-pop yang sudah mendunia, kemajuan pesat teknologi Korea sendiri dan tuntutan dari budaya lokal, dimana pria dan wanita dituntut untuk selalu memperindah diri dalam berinteraksi didalam masyarakat dan berkarier. Tempat yang paling terkenal sebagai pusat klinik bedah plastik adalah upgujeong di daerah gangnam, disini klinik dapat terletak saling bersebelahan, bahkan bisa didapati dalam satu gedung yang sama.
4 musim di korea
Selain hal2 diatas, pengalaman melalui 4 musim di Korea juga mejadi hal yang sangat menyenangkan (atau bisa disebut sebagai menantang), karena selama di sana saya merasa musim panas dan dinginnya cukup ekstrim untuk ukuran masyarakat tropis seperti di indonesia (-20°C s/d 33°C). Walaupun begitu musim gugur dan musim semi adalah saat terindah dimana tanaman dan suhu dalam kondisi puncaknya untuk dinikmati. Selama musim gugur suhu yang mulai dingin dihiasi dengan dedaunan yang didominasi warna oranye kemerahan, sedangkan saat musim semi ketika suhu mulai menghangat, pepohonan mulai dihiasi oleh bunga2 yang berwarna-warni. Pengalaman berburu makanan indonesia juga menjadi hal yang seru yang tidak terlupakan, apabila kangen masakan tanah air maka kita harus pergi ke daerah itaewon di dekat masjid Seoul atau ke daerah Ansan, kearah barat dari seoul. Kalau dari pengalaman, menurut saya Ansan memiliki jumlah restauran indonesia yang paling banyak dengan rasa yang cukup autentik (restauran yang saya datangi memiliki koki asal jogja ^^).
Memang Korea adalah negara maju yang indah dan ramah masyarakatnya, tetapi bagaimanapun tidak dapat dipungkiri kalau kita akan selalu ingin kembali pulang ke pangkuan ibu pertiwi yang lebih indah, ramah dan sudah pasti enak masakannya.

Rhinoplasty (merubah/memperbaiki bentuk hidung)


       Hidung merupakan "center of interest" pada wajah, suatu organ eksternal menonjol yang memiliki peran penting dalam mempengaruhi harmoni wajah (Selain fungsi utamanya sebagai organ pernafasan dan penciuman). Secara umum hidung mancung dianggap sebagai yang paling ideal dan indah, tetapi sesungguhnya mancung saja tidaklah cukup. Bentuk yang ideal sebaiknya disesuaikan dengan karakter wajah dan warna kulit, yang dalam kata lain disesuaikan dengan karakter etnis. Sering kita dengan mudah dapat mengidentifikasi hasil operasi rhinoplasty dengan memperhatikan seseorang yang tidak dikenal akibat bentuk mancungnya yang berlebihan atau "berlebihan" tidak sesuai dengan karakter etnisnya (wajah oriental atau melayu tetapi dengan karakter hidung kaukasia/ barat). 
   Ethnic Plastic Surgery menekankan karakter individu/etnis sebagai dasar pertimbangan awal perbaikan/perubahan pada bedah plastik estetik maupun rekonstruksi, sehingga hasil yang didapat menjadi menarik, harmonis dan natural.
     Rhinoplasty berasal dari bahasa Yunani, rhis (hidung) dan plassien (membentuk) yang berarti "membentuk hidung".Tujuan prosedur operasi ini adalah untuk memperbaiki struktur dan fungsi hidung, baik ke bentuk normal sebelumnya (semisal, perubahan bentuk atau gangguan fungsi akibat kecelakaan), atau membuatnya menjadi lebih baik/ideal sehingga lebih menarik dan harmonis dengan wajah. Perubahan dapat dilakukan melalui metode operatif atau non-operatif. Operatif dilakukan dengan melakukan sayatan kulit dan atau mukosa hidung untuk masuk "kedalam" bagian dalam hidung, kemudian dilakukan selanjutnya dilakukan manipulasi bentuk, baik dengan tulang rawan (berasal dari hidung, telinga, atau tulang dada sendiri) atau silikon padat.

material yang sering digunakan untuk memperindah bentuk hidung, tulang rawan dan silikon padat.
   Teknik operatif pun dapat dibagi lagi, menjadi teknik terbuka dan tertutup. Tertutup disini mempunyai arti sayatan hanya dilakukan didalam hidung sehingga tidak tampak dari luar. Sedangkan teknik terbuka sayatan dilakukan diluar, walaupun begitu hasilnya tersamar pada posisi yang tidak mudah terlihat. Untuk merubah bentuk hidung dapat juga dilakukan melalui metode non-operatif dengan memanfaatkan biological filler, walaupun menurut pendapat saya pribadi hasil yang didapat tidak dapat seoptimal teknik operatif.

ilustrasi metode manipulasi bentuk hidung 
letak sayatan pada operasi rhinoplasty terbuka atau tertutup
                                         
Beberapa tempat untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai rhinoplasty (dalam bahasa inggris).

Thursday, May 15, 2014

Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik

Berawal dari keinginan untuk mengembalikan kepercayaan diri dari kecacatan, ilmu bedah plastik mulai dikembangkan. Sushruta mengawalinya dengan memperbaiki hidung yang dipancung akibat hukuman dengan memanfaatkan kulit dari dahi, Gaspare Tagliacozi juga melakukan rekonstruksi hidung dengan menggunakan kulit dari lengan atas. Sir Harold Gillies yang dikenal sebagai bapak bedah plastik modern telah banyak mengembangkan teknik2 baru saat menangani tentara korban perang dunia satu.

Sushruta
Sir Harold Gillies
Plastik berasal dari bahasa yunani; πλαστική (τέχνη), plastikē (tekhnē), yang berarti "seni membentuk" (jaringan). Sebenarnya lingkup bedah plastik tidak hanya pada "membentuk" jaringan saja, tetapi juga melakukan perbaikan fungsinya seperti pada kasus bedah tangan, bedah kraniofasial, dan kelainan saluran kemih luar (hypospadia). Secara garis besar, bedah plastik dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu bedah plastik rekonstruksi dan bedah plastik estetik. Pada bedah rekonstruksi dilakukan perbaikan dari kondisi sakit atau "dibawah normal" menjadi lebih baik mendekati normal. Sedangkan bedah estetik melakukan peningkatan penampilan dari kondisi normal menjadi "super normal", melebihi kondisi normal (sebelumnya) sehingga lebih menarik.

Bedah plastik rekonstruksi dapat dijabarkan menjadi;
1. Bedah mikro: banyak melakukan tindakan dengan bantuan mikroskop untuk menyambung jaringan2 yang sangat kecil, seperti pembuluh darah, pembuluh limfa dan syaraf. Bidang ini sering melakukan penutupan luka yang dalam dengan memindahkan kulit dari tempat lain dan menyambung pembuluh darahnya di tempat yang baru (free flap), dan juga melakukan penyambungan jari atau tangan yang terputus akibat kecelakaan.
2. Bedah tangan: perbaikan fungsi dan penutupan luka pada area tangan, baik akibat kelainan sejak lahir, kecelakaan, luka bakar, ataupun tumor.
3. Luka bakar: menangani penderita luka bakar sejak kondisi gawat (awal kejadian), selama perawatan menuju kesembuhan, dan rekonstruksi akhir setelah sembuh, seperti tarikan parut luka (kontaktur) dan bentuk parut yang kurang baik.
4. Bedah kraniofasial: menangani kelainan yang berkaitan dengan tulang dan jaringan lunak (kulit, otot, dll) wajah. Bidang ini mengkhususkan diri dalam memperbaiki kelainan wajah akibat cacat lahir (bibir sumbing), kecelakaan (patah tulang wajah) atau kerusakan akibat tumor.
5. Bidang luka (wound): Mempelajari dan menangani luka secara intensif, dari mekanisme dasarnya sampai dengan penanganan kasus sulit dan metode penutupannya.
6. Bedah plastik general: bidang yang masih belum dapat dikategorikan secara khusus, seperti: penanganan lymphedema (kaki gajah), tumor jinak kulit, penggunaan laser untuk parut luka, tumor pembuluh darah jaringan permukaan dan lain-lain.

Sedangkan bedah plastik kosmetik dapat dijabarkan secara umum menjadi:
1. facial: dimana perbaikan dikhususkan pada area wajah, contohnya adalah:
  • blepharoplasty (membentuk lipatan mata atau mengurangi kantung mata bawah), secara luas dapat dijabarkan sebagai perbaikan area sekitar mata melalui operasi pada kelopak mata.
  • rhinoplasty: memperbaiki hidung dengan membuatnya menjadi lebih menarik (memancungkan, membuang "hump" (hidung betet)/ gundukan, mengecilkan cuping hidung).
  • orthognatic: memperbaiki tulang wajah agar menjadi lebih baik, seperti membuat wajah menjadi lebih "V" dengan memperbaiki sebagian bentuk rahang, mengatur bentuk rahang pada dagu "cakil", menajamkan dagu)
  • lifting: menarik kulit wajah-leher untuk memperbaiki efek penuaan (aging) sehingga menjadi lebih tampak muda (kencang).
  • hair replantation: penanaman rambut
2. Body: perbaikan pada area tubuh, ekstrimitas tangan dan kaki.
  • body sclupturing: memperbaiki bentuk tubuh yang biasanya dengan cara mengurangi kelebihan lemak atau kulit pada area tertentu. Tindakannya beragam tetapi yang paling sering dilakukan adalah liposuction.
  • abdominoplasty: memperbaiki kontur perut dengan membuang kelebihan lemak-kulit dan mengencangkan kembali otot perut depan. Hal ini sering terjadi pada wanita pasca kehamilan akibat pelebaran otot perut depan (diastasis) dan kelebihan kulit akibat peregangan.
  • mammoplasty: perbaikan pada bentuk payudara, dapat dengan memperbesar atau mengurangi ukurannya, atau memperbaiki bentuknya agar lebih menarik. 


rekonstruksi wajah oleh Sir Harold Gillies saat perang dunia satu dan transplantasi wajah era modern menggunakan wajah orang lain.

Masih banyak jenis tindakan rekonstruksi dan estetik lainnya yang belum disebutkan disini, hal ini dikarenakan luas dan pesatnya perkembangan keilmuan bedah plastik pada era modern ini. Teknik dan teknologi selalu berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan inovasi. Dapat dibayangkan dahulu saat Sir Harold Gillies berjuang menggunakan jaringan kulit dan otot sekitar wajah (flap) untuk memperbaiki kerusakan wajah korban perang dunia satu, dan saat ini manusia sudah mampu melakukan transplantasi wajah (memindahkan wajah orang lain ke wajah penderita yang membutuhkan) untuk memperbaiki kerusakan wajah jauh lebih kompleks.